[FF: The New Love/Straight/NC-21/Eunhyuk]

Standar

1. Nama Author : LonelyPetals (@Radictator)

2. Judul : The New Love

3. Cast :

-Lee HyukJae (Eunhyuk)

-Park Rara

-Lee Donghae

4. Kategori : Romance, NC-21, Straight.

Don’t Copas Don’t Plagiat. Karena ini sudah saya pikirkan sampai otak saya rasanya hampir beku. Jangan lupa di komen kalau anda suka ^^ dan mianhae kalau nggak hot sama sekali ^^.

.

.

.

“Aahhh… Nnnghhh.. Ooouuhh…”

Suara desahan memenuhi ruangan itu. Suara itu berasal dari seorang yeoja yang kini sedang menaik-turunkan tubuhnya dengan susah payah di atas tubuh namjachingu-nya. Junior si namja yang sangat tegang itu bergerak keluar masuk vagina si yeoja yang sudah sangat basah karena beberapa kali mencapai klimaksnya karena rangsangan hebat dari si namja.

“Nnnnhhh…. Rara-ah.. k-kau panas sekalihh…,” desah sang namja yang diketahui bernama Donghae itu. Tangan nakalnya meremas payudara si yeoja—Rara—yang masih terus menaik-turunkan tubuhnya.

“Nnnghh… Hae-ah, a-aku… nggakk kuath lagihhh..,” erang Rara yang sudah kelelahan.

Donghae menyeringai dan membalik posisi mereka. Sekarang Donghae menimpa tubuh Rara yang basah karena keringat yang terus-terusan mengalir.

“Siap-siap, Rara-ah.” Donghae mengecup bibir Rara sekilas. Dinaikkannya pinggulnya, menarik kejantanannya keluar dan hanya menyisakan kepalanya saja yang masih berada di dalam lubang Rara. Lalu dalam sekali hentakkan keras dia melesakkan kejantanannya masuk kembali menembus vagina Rara.

“Akh! Aaahh… Hae!”

Rara meremas sprei yang sudat kusut dengan kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Matanya terpejam rapat merasakan sakit sekaligus nikmat yang menerpa tubuhnya. Donghae terus menggerakkan juniornya keluar-masuk vagina Rara dengan tempo yang tidak bisa dibilang lambat. Juniornya semakin tegang karena diremas oleh dinding lubang Rara yang masih saja sempit walau sudah dia masuki beberapa kali. Donghae mulai merasa akan mencapai klimaksnya semakin mempercepat gerakannya hingga akhirnya—

“Aaaah! Hae!”

“Eennghhh.. Rara-ah…”

Donghae memejamkan matanya merasakan cairannya yang mengalir masuk ke dalam vagina Rara. Sedangkan Rara melengguh merasakan cairan Donghae yang masuk ke dalam vaginanya. Sangat banyak dan panas. Perlahan Donghae mengeluarkan juniornya dari vagina Rara. Dia bangkit dan hendak pergi ke kamar mandi untuk membersigkan diri. Ada pekerjaan yang harus dia lakukan lagi sesudah ini, namun Rara menahannya untuk pergi. Rara bangkit duduk dan menatap Donghae.

“Bantu aku. Cairanmu terlalu banyak masuk, rasanya tidak nyaman kalau bergerak. Bantu aku mengeluarkannya sedikit,” pinta Rara.

Donghae menghela nafasnya. Ditatapinya yeoja berambut sebahu itu, “aku sibuk, Rara-ah. Aku tidak bisa berlama-lama dan harus segera pergi. Mianhae,” jelas Donghae.

Rara mengangguk dan duduk bersandar di dinding, “ya sudah. Sana mandi. Kau bau,” ejek Rara.

“Bau. Tapi tadi kau memelukku tanpa rasa jijik,” kata Donghae.

Didekatkannya wajahnya dan Rara lalu dibawanya Rara ke dalam ciuman yang panjang. Lidah mereka bertautan dan saliva menetes dari sela-sela bibir mereka. Tangan usil Donghae mengelus lubang Rara yang masih basah

“Mmmnnnh..”

Donghae melepaskan ciuman mereka lalu meninggalkan Rara yang masih mendengus kesal melihat namjachingu-nya itu. Dia tahu Donghae sibuk. Kesana-kemari untuk membiayai pernikahan mereka nanti. Tapi, satu ronde saja tidak cukup bagi Rara. Dia mau sentuhan yang lebih lama lagi.

“Aku harus lebih bersabar lagi,” gumamnya.

Ditatapinya vaginanya yang masih terus mengeluarkan cairan. Tangannya membelai vaginanya. Dimasukkannya dua buah jarinya ke dalam lubangnya. Digerakkannya keluar-masuk dengan kasar sambil membayangkan kalau Donghaelah yang melakukan itu padanya. Mulutnya terus mengeluarkan desahan-desahan keras. Matanya terpejam merasakan nikmat hingga akhirnya klimaks menghampirinya. Cairan panasnya keluar bersama dengan cairan Donghae yang cukup banyak masuk. Ditatapinya tangannya yang basah lalu dijilatinya cairan itu tanpa rasa jijik. Dia cukup puas saat ini.

.

.

.

Rara menutup pintu kamar Donghae dan menguncinya. Donghae sudah pergi sejak beberapa saat lalu. Rara memegang kunci kamarnya karena dia tidak bisa percaya dengan tetangganya yang tinggal kamar paling ujung, tepatnya di sebelah kamar Donghae.

‘Cklek’

Rara menoleh begitu mendengar suara pintu terbuka dari kamar sebelah. Seorang namja berambut blonde melihat dan tersenyum ke arahnya. Namja itu berbaju biru lengan panjang dan mempunyai senyuman manis. Namja itu menunjukkan tanda ‘peace’ pada Rara dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya dia taruh di dalam kantong celana.

“Hai, kau noona yang pacarnya Donghae itu bukan?” tanyanya sok akrab, “namaku Eunhyuk. Salam kenal.”

Rara masih menatap namja itu. Namja yang aneh menurutnya. Tapi dia akui kalau namja bernama Eunhyuk itu manis dan mempesonanya. Rambut blonde-nya terlihat halus, membuat Rara ingin mengelusnya. Rara menggelengkan kepalanya, mengusir pikiran aneh yang bergelut di otaknya. Sadar, dia punya Donghae yang akan dia nikahi nanti.

“Kau tak apa, noona?” tanya Eunhyuk.

“Ah, aku tak apa. Salam kenal Eunhyuk-sshi,” ujar Rara.

Eunhyuk tersenyum manis, “kau mau mampir?” tanyanya.

Rara menaikkan sebelah alisnya. Eunhyuk masih terus tersenyum dan membuka pintu kamarnya untuk mempersilahkan Rara masuk. Setelah lama terdiam, akhirnya Rara menurut dan masuk ke kamar Eunhyuk. Dia duduk di sofa biru yang ada di ruang tamu.

“Rumahmu rapi,” puji Rara.

Gamsahamnida.” Eunhyuk mengeluarkan gummy smile-nya, “kalau boleh tahu, sudah berapa lama kalian berpacaran?” tanya Eunhyuk dan memberikan sekaleng cola yang ada di atas meja pada Rara.

“Sudah setengah tahun, rencananya kami akan menikah kalau uang sudah terkumpul. Ohya, jangan panggil aku ‘noona’ panggil saja aku—“

“Rara?” tanya Eunhyuk.

Rara terlonjak kaget, “bagaimana kau tahu namaku?’” tanya Rara.

“Dinding yang membatasi kamarku dan Donghae sangat tipis, lho, Rara-ah,” kata Eunhyuk sambil memukul-mukul dinding yang ada di belakangnya.

Mwo? Jadi kau mendengarnya?!”

Eunhyuk mengangguk, “bukan hanya suaramu. Bahkan ada suara yeoja lain.  Tapi yang bisa membuatku terangsang hanya suaramu, Rara-ah. Kau membuatku klimaks lima kali hanya dengan mendengar desahanmu.”

“Apa maksudmu?” Rara mengerutkan dahinya bingung.

Eunhyuk mengeluarkan tangan kanannya yang sejak tadi dia sembunyikan di dalam kantong. Tangannya basah karena cairan lengket yang sangat dia ketahui. Sperma.

“Kau membuatku bergairah, Rara-ah. Aku menyukaimu sejak melihatmu datang ke apartement ini,” ujar Eunhyuk, “aku mencintaimu, Rara-ah.” Eunhyuk menjilati tangannya dengan gerakan menggoda. Rara yang mudah terangsang itu menatapnya dengan wajah memerah. Dia merapatkan kedua kakinya. Jari tangannya tanpa sadar dia gigiti.

“Rara-ah… sentuh akuhh…”

Rara menatap Eunhyuk yang begitu menggodanya. Segera dia menyadarkan diri dan berlari ke arah pintu keluar, namun terlambat. Eunhyuk menarik tangan Rara dan mendorong Rara hingga tersudut di pintu.

“Le-lepaskan aku, Eunhyuk-ah,” pinta Rara.

“Tidak akan, Rara-ah. Sudah lama aku ingin mengajakmu kemari dan memberi tahukan padamu soal Donghae yang sebenarnya,” ujar Eunhyuk.

Rara terdiam. Ditatapnya wajah Eunhyuk dengan seksama, “maksudmu? Donghae yang sebenarnya?”

Eunhyuk mengangguk, “Donghae punya banyak yeoja simpanan, Rara-ah,” jelasnya.

“A-apa? Tidak mungkin!”

“Apa perlu kuperdengarkan padamu suara desahan mereka?” tanya Eunhyuk. Dikeluarkannya ponselnya dan memutar sebuah rekaman desahan yeoja pada Rara.

Rara memejamkan matanya dan mendengar desahan yeoja itu. Suara itu sangat dia kenal, “Donghae, dan suara ini… Sung Young?”

Eunhyuk mematikan rekaman suara itu dan mencampakkan ponselnya. Rara terduduk lemas di atas lantai. Tubuhnya bergetar, air matanya ingin mengalir, tapi dia tidak mau terlihat selemah itu.

“Jangan menangis, Rara-ah.” Eunhyuk berjongkok di depan Rara dan mengelus rambut Rara.

“Donghae, kau keterlaluan!”

“Ada aku, Rara-ah,” bisik Eunhyuk, “mari kita tunjukkan pada Donghae kalau desahanmu akan terdengar lebih nikmat saat bercinta denganku.”

Eunhyuk membantu Rara berdiri. Rara menatap mata Eunhyuk yang memancarkan kesungguhan. Perlahan Eunhyuk mengeliminasi jarak antara mereka. Diciumnya bibir Rara lembut lalu dilumatnya perlahan. Dimiringkannya sedikit kepalanya agar ciuman mereka semakin dalam. Rara tak hanya diam, dia membalas ciuman Eunhyuk sama lembutnya. Dia merasakan ciuman itu penuh cinta dan tak bernafsu. Berbeda dengan ciuman Donghae yang terkesan terburu-buru dan membuatnya kewalahan.

Eunhyuk melepaskan ciuman mereka, menyisakan seutas benang saliva yang menghubungkan mereka berdua. Eunhyuk menyelipkan helaian rambut hitam Rara di belakang telinga Rara. Dielusnya pipi Rara pelan. Didekatkannya bibirnya ke telinga Rara. Dengan usil, dia menjilat telinga Rara, membuat Rara kegelian. Tangan Eunhyuk juga dengan usilnya membelai tengkuk Rara yang senstive.

“Aahh, Eunhyuk-ah,” desah Rara.

Eunhyuk terus menggoda Rara  dengan menyentuh dan bermain di bagian sensitive Rara. Bibir merahnya yang sedari tadi menciumi wajah Rara kini turun ke leher Rara. Diciuminya sekujur leher Rara dengan lembut. Tak lupa dia meninggalkan bekas kemerahan di leher Rara. Menutupi jejak kemerahan yang dibuat Donghae yang menurutnya membuat Rara terlihat kotor, seperti gadis murahan.

Tangan Eunhyuk menyusup masuk ke dalam kaus biru yang dipakai Rara. Diremasnya kedua payudara Rara yang masih tertutup bra. Payudara yang termasuk ukuran cukup untuk seorang wanita itu membuat Eunhyuk sangat tergoda. Pasalnya payudara itu terasa lembut dalam sentuhannya.

Eunhyuk melepaskan ciumannya pada leher Rara. Dinaikkannya baju Rara sebatas di atas dada lalu membuka kaitan bra Rara yang berada di depan. Ditatapinya payudara Rara yang putih dengan dua tonjolan hitam yang sedikit mengeras itu. Dipilinnya kedua nipple Rara yang kini makin mengeras karena dimainkannya.

“Nnnghh… Eunhyuk-ah, hentikan!” suruh Rara. Tapi Eunhyuk tidak mengindahkan. Dia terus meremas kedua payudara Rara.

Bibir nakalnya menciumi dada Rara. Seperti tadi, dia menutupi bekas gigitan yang dibuat Donghae. Tangannya turun ke bawah dan mengelus perut langsing Rara. Bibirnya kini menggantikan aktivitas kedua tangannya.

“Ahnn… Eun…hyuk-ahhh…”

Rara meremas helaian rambut pirang Eunhyuk kuat. Sedikit meringis kesakitan. Namun Eunhyuk tetap melakukan kegiatan menjilatnya di dada Rara. Digigitnya nipple sebelah kiri Rara lalu kemudian dihisapnya kuat. Lidahnya membuat gerakan memutari nipple Rara hingga membuatnya mendesah nikmat.

“Eeeungghhh…”

Eunhyuk merasakan celananya mulai menyempit. Dihentikannya kulumannya pada dada Rara lalu membalik tubuh Rara hingga menghadap pintu. Kedua tangan Rara menempel di dinding untuk menjadi tumpuan. Celana dalam Rara kini terasa sangat basah hanya karena rangsangan Eunhyuk. Tangan Eunhyuk mulai meraba paha dalam Rara. Tangan kanannya menyelinap masuk ke dalam rok putih Rara. Dielusnya vagina Rara yang masih tertutupi celana dalam yang basah itu lalu dia menyusup ke sela-sela celana dalam dan memasukkan dua jarinya ke dalam vagina Rara.

“Akh! Ahhh… Hyukkie-ahhh…,” desah Rara merasakan jari-jari Eunhyuk yang bergerak keluar-masuk lubangnya.

Eunhyuk menggerakkan jarinya yang basah itu keluar-masuk luban Rara dengan cepat. Digerakkannya memutar juga untuk melonggarkan vagina Rara. Maklum, ukuran miliknya sedikit lebih besar daripada Donghae. Takut Rara akan kesakitan dan meminta berhenti.

Eunhyuk mengeluarkan kedua jari tangannya dari dalam lubang Rara. Kedua jarinya sangat basah dan lengket karena cairan Rara yang mengalir deras. Cairan itu juga mengalir membasahi paha Rara. Eunhyuk membuka kancing serta resleting celananya dan mengeluarkan miliknya yang sedari tadi mendesak minta dikeluarkan. Tak lupa dia turunkan juga celana dalam Rara lalu membuangnya entah kemana. Kedua lengannya memeluk pinggang Rara lalu dia dekatkan tubuhnya ke Rara.  Juniornya dia gesek-gesekkan ke vagina Rara.

“Kau basah sekalihh…,” bisik Eunhyuk.

“I-itu… yang b-basah p-punyamuhhh…”

“Ja-jangan menyangkal lagihhh, Rara-ahhh…”

“Aaanngh…”

‘Tok-tok’

Seseorang mengetuk pintu dari luar. Mereka berdua terkejut. Eunhyuk segera memasukkan kedua jarinya yang basah tadi ke dalam mulut Rara, “tahan suaramu, Rara-ah,” suruhnya. Rara mengangguk dan mengulum jari Eunhyuk. Tanpa menghentikan gesekkannya pada vagina Rara, Eunhyuk menjawab ketukan pintu itu.

“Siapa di luar?” tanyanya sambil menahan desahan.

“Ini Donghae. Aku mau ambil paket yang dititipkan bibi Han padamu tadi pagi,” ujar orang yang ternyata Donghae itu.

Eunhyuk menyeringai dan melepaskan jarinya yang sedang asyik dikulum oleh Rara. Didekatkannya bibirnya ke telinga Rara lalu berbisik, “itu Donghae. Terserahmu mau mengeluarkan suaramu atau tidak.”

Rara menelan ludahnya. Dari tadi dia memang ingin mendesah, namun tertahan karena jari-jari Eunhyuk. Eunhyuk melihat Rara yang hanya diam langsung saja menggesekkan juniornya lebih keras lagi sambil meremas kedua payudara Rara.

“Aaahh… Hyukkie-ahh…” Rara tiba-tiba mendesah kuat. Eunhyuk tersenyum dan makin mempercepat gesekkannya. Donghae yang masih berdiri diluar sana mengerutkan dahinya bingung.

“Eunhyuk-ah? Kau sedang bercinta dengan pacarmu ya?” tanyanya.

Ne, aahhh, mi-mianhae, Donghae-ahhh…”

Donghae mendengus nafasnya kesal. Baru kali ini dia mendengar suara desahan dari kamar Eunhyuk. Karena selama ini Eunhyuk betah sendiri, dia sedikit bersyukur kalau Eunhyuk sudah mendapatkan pacar, walau dia tidak tahu kalau yang tengah mendesah di dalam sana itu adalah Rara.

“Lain kali bercinta jangan di depan pintu! Suaramu terdengar sampai keluar dan aku baru tahu kalau kau bisa main di depan pintu juga,” ujar Donghae, “paketnya aku ambil nanti.” Donghae pun meninggalkan kamar Eunhyuk dan kembali ke kantornya.

Eunhyuk menyeringai dan memeluk Rara, “mau masuk ke bagian inti sekarang?” tanyanya.

“Jangan goda aku terus! Cepat masukkan!” Rara yang sudah tidak tahan lagi berbalik dan menatap Eunhyuk, “aku sudah tidak butuh dia lagi. Sekarang kau puas? Aku jatuh cinta padamu!”

Eunhyuk tersenyum dan mencium bibir Rara. Kali ini ciumannya berbeda dengan yang awal. Ciuman lembut yang bernafsu namun tidak terburu-buru dihadiahkan Eunhyuk pada Rara. Lumatan-lumatan kecil diberikan Eunhyuk. Lidahnya yang basah menari-nari dalam rongga mulut Rara. Bertarung dengan lidah liar Rara yang elastis. Bertarung mencari siapa yang lebih dominan dan Eunhyuklah pemenangnya. Dengan leluasa dia bermain dalam rongga mulut Rara yang basah dan hangat. Tak lupa dia mengabsen seluruh yang ada di dalam mulut Rara. Gigi, gusi, langit-langit dan kembali dia mengajak lidah Rara menari dengan irama sensual yang menggoda.

“Mmmmnnhh….” Rara mendesah tertahan karena kehabisan nafas. Dipukul-pukulinya dada Eunhyuk karena sangat membutuhkan pasokan oksigen yang lebih. Eunhyuk mengerti dan melepaskan ciumannya. Tak menyiakan sedetikpun, Eunhyuk langsung menyerang leher Rara lagi.

“Hyukkie-ahhh, le-lebih b-baik.. kita main di ranjang sajahh…,” ujar Rara dengan susah payah.

Eunhyuk menurut dan menggendong tubuh mungil Rara masuk ke dalam kamar tidurnya. Dihempaskannya tubuh Rara ke atas ranjang empuk. Diapun merambat(?) naik ke atas tubuh Rara. Tanpa basa-basi lagi, Eunhyuk melumat payudara Rara. Menghisapnya lalu mengulumnya seperti yang dia lakukan di depan pintu tadi. Tangannya turun ke bawah dan melebarkan kedua kaki Rara. Perlahan dia turun dan menjilati perut Rara. Tak lupa dia membuka rok Rara dan membuangnya entah kemana. Lalu jilatannya turun lagi menuju vagina Rara.

Dijilatnya vagina Rara dengan penuh nafsu. Digigitnya klirotis Rara hingga membuat Rara mengelinjang kenikmatan. Lidahnya munusuk-nusuk masuk kedalam lubang vagina Rara dengan kasar.

“Aaannghh…. Hyukkie-ahhh, lebihhh kasarr lagiihh…,” erang Rara. Baru kali ini dia merasa sepanas ini dalam bercinta. Dia merasa terpuaskan oleh sentuhan pasangan bermainnya saat ini. Tak lama, cairan klimaks Rara keluar dan menyembur wajah Eunhyuk. Eunhyuk menjilati cairan itu tanpa rasa jijik hingga tak bersisa lalu dia membersihkan wajahnya dari cairan lengket itu.

Eunhyuk menghentikan aktivitas menjilatnya. Dia duduk dan memberi isyarat pada Rara untuk mendekatinya. Rara menurut dan mendekati Eunhyuk. Eunhyuk menunjuk juniornya yang sedari tadi terabaikan. Mengerti, Rara merendahkan tubuhnya dan memanja junior Eunhyuk. Dijilatnya naik-turun lalu lidahya bergerak memutari milik Eunhyuk.

“Ssshh… masukkan semua, Rara-ah..”

Rara memasukkan seluruh kejantanan Eunhyuk kedalam mulutnya. Memang tidak masuk semua, tapi yang pasti dia ingin balas memanjakan Eunhyuk. Rara menjilat ujung kejantanan Eunhyuk yang sudah memerah dan mengeluarkan cairan pre-cum yang cukup deras. Rara menghisapnya kuat hingga pipinya mengempis. Eunhyuk mengerang nikmat karena lidah Rara tak henti-hentinya menjilati kejantanannya. Kejantannya semakin menegang dalam mulut Rara. Merasa akan mencapai klimaksnya, Eunhyuk menyuruh Rara menghentikan permainannya.

“Kenapa kau suruh aku berhenti, Hyukkie-ah?” tanyanya kesal.

Eunhyuk tersenyum dan mendorong tubuh Rara kembali ke posisi mereka semula, “aku ingin mengeluarkannya di dalam, Rara-ah,” bisiknya menggoda.

Rara menelan ludahnya dengan susah payah. Eunhyuk melebarkan kedua kaki Rara dan menyiapkan juniornya untuk dimasukkan ke dalam lubang Rara. Perlahan dia membawa juniornya memasuki lubang vagina Rara.

“Eeennhh…” Rara mengerang tak nyaman. Eunhyuk mencoba untuk tidak terburu-buru. Perlahan dia masuki lagi lubang Rara hingga miliknya sepenuhnya masuk ke dalam lubang Rara.

“Aaahhnnn… Hyukkie-ahhh..” Rara meremas kaus lengan panjang yang masih dipakai Eunhyuk.

Eunhyuk mendesis merasakan juniornya berdenyut di dalam lubang Rara yang panas dan menggairahkan. Ditariknya miliknya keluar hingga hanya tersisa ujung kejantanannya saja di dalam lubang Rara lalu kembali melesakkannya masuk dalam satu sentakan kuat.

“Aaakh!” Rara merasakan sakit sekaligus nikmat ketika Eunhyuk memaksakan juniornya masuk ke dalam vaginanya. Vaginanya terasa sangat penuh dan panas akibat gesekan-gesekan antara dinding vaginanya dengan junior Eunhyuk yang bergerak keluar-masuk dengan tempo yang tidak lambat.

“Nnnngghh… Rara-ah, kau sempit sekaliihh…,” erang Eunhyuk begitu merasakan dinding-dinding vagina Rara meremas juniornya dengan kuat dan membuatnya semakin menegang dan bergairah.

Rara terus mendesah karena permainan Eunhyuk yang menurutnya lebih panas daripada Donghae. Eunhyuk terus-terusan menggenjot pinggulnya naik-turun dengan cepat. Merasa bosan dengan posisi biasa, Eunhyuk memutar tubuh Rara tanpa melapaskan kejantanannya yang masih utuh tertanam dalam lubang Rara.

“Aaahk!”

Rara kini bertumpu dengan kedua tangannya. Eunhyuk memegang pinggang Rara dengan kedua tangannya dan menggerakkan pinggul Rara maju-mundur hingga juniornya bergerak keluar-masuk lubang Rara. Rara meremas sprei dan menggigit sprei itu karena menahan desahannya. Keringat membasahi tubuh mereka berdua. Eunhyuk merasakan miliknya yang makin berdenyut dan hendak mencapai klimaks semakin mempercepat gerakan maju mundurnya. Kedua tangannya melingkari tubuh Rara dan bermain dengan kedua buah dada Rara yang sejak tadi terabaikan.

“Aaah… f-faster, Hyukkie-ah..,” pinta Rara yang semakin merasakan nikmat karena dia titik sensitive ditubuhnya dimanjakan sekaligus oleh Eunhyuk.

Eunhyuk semakin mempercepat gerakan keluar-masuknya sampai akhirnya klimaks datang menghampiri mereka berdua.

“Aaahh! Hyukkie-ah!!”

“Eennghh.. Rara-ah…. Hhhh…”

Eunhyuk menyemburkan cairan panas dan kental itu jauh ke dalam lubang Rara. Setelah sekitar lima menit mereka bertahan diposisi itu karena menikmati klimaks mereka. Akhirnya, Eunhyuk mencabut keluar juniornya dari dalam lubang Rara yang basah dan ambruk di samping Rara.

“Rara-ah,” panggil Eunhyuk.

Rara yang kelelahan itu mencoba membuka matanya dan menatap dalam mata Eunhyuk, “gomawo, Hyukkie-ah,” bisiknya, “kau memuakanku hanya dalam satu ronde.”

“Rara-ah, saranghae,” bisik Eunhyuk, “saranghae, saranghae, saranghae,” ujarnya berulang-ulang, “tinggalkan si Donghae sialan itu.”

“Hyukkie-ah…,” panggil Rara, “nado saranghaeyogomawo, kau sudah menarik hatiku ke hatimu. Kalau tidak, aku pasti akan lebih dulu disakiti oleh Donghae.”

Eunhyuk tersenyum dan memeluk tubuh Rara erat. Hatinya sangat bahagia saat itu. Yeoja yang menarik perhatiannya sejak setengah tahun lalu itu menerima cintanya dengan tulus. Rara juga merasa senang. Entah kenapa dia merasa sangat senang saat itu. Yang pasti dia akan meninggalkan Donghae dan berlari ke cinta barunya sekarang—Lee HyuJae.

.

.

.

-Tiga Hari Kemudian-

Rara keluar dari lift dan berjalan dilorong lantai 6 apartement tempat tinggal Donghae. Begitu sampai di depan kamar Donghae, tiba-tiba pintu terbuka dari dalam dan Donghae keluar bersama seorang gadis.

“Rara-ah,” kaget Donghae.

“Hai, Donghae, Sung Young,” sapanya santai.

“I-ini tidak seperti yang kau—“

“Kenapa? Kau takut? Aku sudah tahu sejak tiga hari lalu,” ucapnya dengan nada santai.

“J-jadi k-kenapa kau kemari?” tanya Donghae gugup.

Rara tersenyum dan menoleh ke arah pintu kamar Eunhyuk yang dibuka dari dalam oleh sang empunya, “aku mau menemui pacarku, dong. Sampai jumpa, Donghae.” Rara melambaikan tangannya dan masuk ke dalam kamar Eunhyuk sambil dirangkul oleh Eunhyuk. Donghae sangat kaget dan meremas rambutnya frustasi.

“Ada apa ini sebenarnya?” tanyanya bingung.

“Sudahlah, Hae. Jangan pusingkan mereka. Kau berjanji akan menikahiku kan?” ujar Sung Young.

Donghae semakin meremas rambutnya frustasi, ‘sepertinya aku salah mempermainkan wanita. Ini terakhir kalinya deh. Aku kapok,’ batinnya.

.

.

.

“Kita mau berapa ronde hari ini?” tanya Eunhyuk pada Rara yang sedang duduk di atas tempat tidur.

“Terserah dirimu. Aku hanya mengikuti permainan ranjang bersamamu. Yang penting aku puas, kau puas dan kau akan mempertanggung jawabkan kehamilanku nantinya,” jelas Rara panjang lebar.

Eunhyuk tertawa mendengar ocehan Rara. Dia mendekati Rara dan mencium bibirnya sekilah, “as your wish, Rara-ah,”

.

.

.

.

-THE END-

About these ads

14 thoughts on “[FF: The New Love/Straight/NC-21/Eunhyuk]

  1. inkyu

    hosh… hosh… hosh…
    aku kepanasan…
    eeeeiiits…
    moga ajah aku gak basah juga… hehehe…
    keren thor…
    keep writing thor…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s